Masih Bingung Memanfaatkan AI untuk Praktik Medis Sehari-hari?
Rahasia menguasai AI dalam dunia medis, mulai dari analisis kasus, diferensial diagnosis, SOAP Note, hingga strategi penggunaan AI yang etis dan aman
Bayangkan jika Anda dapat:
- Membuat analisis diferensial diagnosis lebih cepat dan akurat
- Memanfaatkan AI untuk membantu pengambilan keputusan klinis
- Mengurangi potensi kesalahan medis dan risiko malpraktik
- Menghemat waktu dokumentasi medis dengan bantuan AI
- Menggunakan AI secara aman dan sesuai etika profesi kesehatan
Kelas ini dirancang khusus untuk tenaga medis yang tidak punya waktu untuk belajar hal yang tidak langsung bisa dipakai ⬇️
.webp)
Kelas Eksklusif 2 Pertemuan
Kita akan belajar dan praktek banyak tentang :
1️⃣ PERTEMUAN 1: FONDASI AI DALAM KEDOKTERAN & LANDASAN MEDIKOLEGAL DAN MANFAAT AI
- Urgensi AI: data malpraktik dan cognitive bias klinis (anchoring, availability, confirmation, overconfidence bias)
- Konsep dasar: AI, Machine Learning, dan Deep Learning beserta perbedaan dan contoh aplikasi medisnya
- Peran AI dalam pengolahan data medis: citra (radiologi/CT Scan), teks (rekam medis), dan suara (anamnesis digital)
- Akurasi AI vs. manusia: studi 2024 — LLM mencapai 94% akurasi DDx pada kasus kompleks
- Hardware & Software AI medis: KardiaMobile, detektor stroke, CT Read, annalise.ai
- Dasar hukum: UU Kesehatan No. 17/2023 (AI sebagai Teknologi Kesehatan); UU PDP No. 27/2022 (kerahasiaan data pasien)
- Posisi AI sebagai Clinical Decision Support System (CDSS): dokter tetap final decision maker
- Manfaat AI: deteksi dini, objektivitas, analisis multimodal, akses EBM, personalisasi diagnosa, efisiensi administrasi
- AI sebagai sistem mitigasi malpraktik: drug interaction alert, early warning system, dan dokumentasi medis otomatis
2️⃣ PERTEMUAN 2: PROMPT ENGINEERING UNTUK DOKTER & PRAKTIK LANJUTAN DAN ETIKA AI
- Praktik Kasus 4 – SOAP & Administrasi: Mengubah catatan mentah/dikte menjadi format SOAP profesional berbantuan AI
- Praktik Kasus 5 – Analisis Citra: Prompt untuk interpretasi hasil CT Scan dan analisis obat dari foto kemasan
- Mitigasi risiko & etika: – Bahaya hallucination AI dan pentingnya cross-check – Anonimisasi data pasien: jangan masukkan nama, NIK, atau alamat – Bias AI: data training luar negeri vs. prevalensi penyakit di Indonesia
- Kolaborasi manusia-AI: AI sebagai augmentor, bukan pengganti dokter
Narasumber:
Dr. Hendra Nusa Putra, S.Kom., M.Kom
(Lecturer & AI-Data Scientist)
Yang Anda Dapatkan:
Rekaman Kelas - Akses Selamanya
Skill dan Ilmu Bermanfaat
File Presentasi Materi
Potongan harga untuk kelas-kelas berikutnya
INVESTASI BELAJAR
HTM hanya 129rb — setara harga ngopi dan snack di coffee shop ☕🍩, tapi Anda bisa dapatkan ilmu penting dari ahlinya yang sudah terbukti.
✅ Rekaman full kelas
✅ Materi & diskusi tanya jawab
✅ Bisa ditonton ulang kapan saja
👉 Akses rekaman sekarang juga dan mulai belajar tanpa harus tunggu kelas berikutnya!
Isi form dibawah ini sekarang juga!
Gambaran Kelas:
.webp)

.webp)
Testimoni Peserta:

Narendra Aryamehr Reza, S.Si., M.Sc.
KJPP Rizki Djunaedy dan Rekan cabang Bandung
"Jujur dari beberapa seminar sejenis yang pernah saya ikuti sejauh ini, yang cara memberikan materi dan prakteknya paling terstruktur adalah dengan narasumber ini, selain memang materi webinarnya sendiri sangat menarik, namun cara narasumber membawakannya juga sangat membantu untuk dapat memahami lebih jauh mengenai penggunaan AI yang efektif dan beretika dalam batasan etika akademis, jadi dapat dibilang, saya sangat puas mengikuti webinar 2 hari ini"

Hasna Fadhilah Rahmani
Universitas Gadjah Mada
"Webinar ini sangat membantu terkait dengan pemanfaatan AI secara etis dan tepat untuk artikel penelitian. Materi disampaikan dengan sangat jelas dimulai dari cara membuat prompt yang efektif, hingga dikenalkan dengan berbagai tools penunjang yang bisa dipakai"

Ir.Juni Astuti, M.Si.
Univ.Cokroaminoto Makassar
"Pelaksanaan kelas dirancang dg sgt baik, profesional, tepat wkt dgn pemateri /narasumber yg sgt berkompeten di bidangnya. Penyajian materi sistematis, ditunjang jg dg praktek langsung, sehingga memudahkan peserta lebih memahaminya"
.webp)